Entah darimana aku harus memluai semuanya untuk aku
ceritakan hal-hal yang indah saat masih berasamamu yang kini hanya tinggal
sebuah ilusi yang terus mengganggu pikiran ku, dulu kau salalu mambuat hari
hari yang begitu sulit menjadi indah untuk di jalani, setiap masalah yang
selalu mengangu konsentrasi dan memecah fokus jalan hidup ini, selalu saja kau
membuat setiap masalah itu menjadi jalan indah untuk mencapai bahagia yang
mingkin oranglain belum tentu bisa mendapatannya, dulu kau selalu membuat ku jengkel dengan
cerewetmu, bawelmu yang selalu menanyakan banyak hal padaku, namun tanpa aku
sadari itu semua yang kini membuat aku susah untuk melupakanmu, sampai aku tak
pernah ada niat untuk melupakan semua hal tentangmu.
Sampai pada suatu saat, waktu kita masih menjadi sepasang kekasih orangtuamu tau tentang kita,
awalnya ibumu yang mengetahui tentang hubungan kita, pertama aku merasa panik
karena aku takut ibumu tak menyetujui hubungan kita, tapi ternyata kekhawatiranku
itu tidak benar, ternyata ibumu setuju
dengan hubungan kita, selang setahun kita berhubungan dengan banyak hal manis
dan pahit kita jalani semua bersama, akhirnya kita anivesary juga. Aku buat
sebuah gambar tentang unggkapan bahagiaku bersamamu, meski semua itu tak cukup
untuk mengungkapkan kebahagiaan itu, tanpa aku sadari itu menjadi suatu
kecerobohan yang akibatnya ayahmu tau tentang kita, pada saat itu pula hubungan
kita menjadi renggang karena ayahmu kurang setuju dengan kita, akupun menjadi
sedikit bingun dan takut akan kehilangan mu,sampai akhirnya aku memberanikan
diri untuk berbicara denggan ayahmu walau hanya lewat telpon, karena aku sedang
beerada di kota yang berbeda, banyak hal yang aku ceritakan pada ayahmu agar
aku dapat restunya, demi hubungan yang aku jalani agar tetap utuh, meski pada akhirnya dia
menginginkan kita hanya berteman dan sebatas sahabat dekat, dengan alasan takut
mengganggu jalan pendidikana serta mengganggu konsentrasi belajarmu, disitu aku
merasa gugup, bingung, sedih, serta setiap yang aku jalani terasa kacau.
Tanpa memikirkan banyak hal dan tentangan dari ayahmu
aku terus mempertahankan hubungan kita, sampai pada akhirnya aku disudutkan
pada keputusan yang begitu sulit antara bertahan dan mempertahankan kepercayaan
dari ayahmu, butuh waktu yang begitu lama untuk menentukan pilihan, karena aku
tak sanggup untuk melihat bahkan mendengarmu menangis. Pada suatu hari aku
putuskan untuk pergi dari kehidupanmu, meski sulit untuk di terima olehmu dan
membuatmu sedih, semua itu ku lakukan karena aku sayang padamu dan tidak ingin
merusak hubunganmu dengan keluargamu, kamu pernah bilang kepadaku tentang bagaimana
hubunganmu dengan ayahmu setelah dia tau tentang kita, itu semua membuatku tak sanggup bila harus bertahan dengan
keaadan seperti itu.
Aku memutuskan pergi darimu karena aku juga sudah
berjanji pada diriku sendiri aku akan kembali padamu setelah kamu lulus dari
jenjang pendidikanmu, sesuai dengan permintaan ayahmu. Sampai aku melakukan banyak
hal bodoh untuk membuatmu tidak memikirkanku.
Setelah sekian lama kita berpisah, aku memberimu
kabar bahwa diriku sudah mempunyai penggantimu, asal kau tau, saat aku menjalin hubungan dengan orang lain selain
dirimu aku selalu membayangkan betapa sakitnya hatimu, karena akupun merasakan
hal yang sama ketika kau sudah mendapatkan pengganti diriku, aku tidak pernah
membayangkan semuanya akan jadi seperti ini, aku mengira kamu tak akan pernah
mencoba mencari penggantiku, jujur hatiku gelisah sejak saat itu hingga sekarang,
karena aku selalu membayangkan ketika kau berbagi kebahagiaan dengan oranglain
selain diriku, mungkin kaupun juga memikirkan hal yang sama terhadapku.
Setelah sekian lama kita berpisah aku malah semakin
tersiksa dengan keadaan yang aku alami, aku tak pernah bisa lepas dari
bayanganmu, semakin aku coba untuk melupakanmu, maka semakin aku tak mau
kehilangan dirimu. Alasan aku melupakanmu, karena aku befikir dialah yang
terbaik untukmu.
Pernah suatu saat ku coba menghubungimu karena aku
tak sanggup lagi menahan rasa rinduku kepadamu. Saat aku pertama mendengar
suaramu, jujur aku menangis entah merasa bahagia atau sedih, bahagia karena aku
bisa mendengar suaramu kembali dan sedih karena harus membayangkan kamu sudah
menjadi milik orang lain. Apalagi saat aku mendengar kau tertawa bahagia dan
saat aku tanya tentang hubunganmu denganya, hati ini terasa sakit, dalam hati
kecil, aku tidak rela kau bahagia dengan oranglain selain denganku, akan tetapi
itulah kenyataan yang harus aku terima.
Semenjak itu aku selalu menghubungimu dan
menceritakan banyak hal, entah kenapa semenjak saat itu ketika aku mendengar
canda dan tawamu kembali, akupun merasa bahagia dan bersemangan kembali,
perasaan itulah yang tak pernah aku
dapatkan dari orang lain meskipun kini aku sudah memiliki kekasih yang lain.
Tak terasa sudah setahun kita berpisah dan kau pun
sudah di akhir jenjang pendidikanmu, tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Aku
pun berfikir bahwa aku harus mengahiri hubunganku dengannya, semua ini
kulakukan demi dirimu. Awalnya terasa sulit, karena kedua orangtuaku dengan
orang tua kekasih ku yang saat ini sudah saling mengenal, aku takut
mengecewakan mereka, tapi semua ini harus ku lakukan, sebelum semuanya
terlambat. Butuh waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan untuk bisa jujur
tentang perasaan yang aku rasakan “bahwa aku tidak bisa melupakanmu dan masih
teramat sayang padamu”. Awalnya dia tidak menerima namun pada akhirnya dia
menerima keputusanku untuk memilihmu.
Setelah aku berpisah denganya aku merasa sedikit
lega karena tak adalagi kebohongan yang ku sembunyikan dalam hatiku demi
kebahagiaanya. Meski hati masih teramat sedih karena kau masih milik orang
lain, dan saat ini aku ingin menjalin hubungan kembali dan berkomitmen untuk
selalu tetap bersama, jujur aku merasa sangat bahagia saat kau menerimaku lagi
di kehidupanmu meski harus menunggumu berpisah dengannya, itulah kebahagiaan
yang aku inginkan dan tak bisa di bayangkan bahkan di gambarkan dengan kata
kata sekalipun, karena setelah sekian lama kita berpisah akhirnya kita bisa
kembali bersama meski itu baru sebuah
rencana dan entah kapan bisa terwujud. Seiring waktu berlalu ku menyadari
sesuatu, banyak hal yang hilang darimu, banyak hal yang berubah dari sikapmu, perhatiamu,
bawelmu, bicaramu dan candamu tawamu saat bersamaku dulu kini semua berubah, aku
tak tahu entah apa yang menyebabkan semua itu terjadi, aku sempat berfikir
bahwa kau menerimaku tidak tulus dari hatimu, namun semua itu mungkin hanya
firasat burukku tentagmu, karena aku yakin kau bukanlah wanita yang ku fikirkan.
Tapi, setiap aku meyakinkan hati ini, kenapa sikapmu
berbeda padaku, semakin acuh terhadapku, sikapmu membuatku bingung. Sejak kita
kembali berhubungan, kau selalu bercerita tentang hubunganmu dengan pacar barumu
dan kau pun secara tidak sadar menunjukan rasa cemburumu kepadaku jika
pacarbarumu tidak memperhatikanmu bahkan lebih mementingkan teman temannya,
sempat aku bertanya “Apa kamu sayang sama dia?” dan kau menjawab “lumayan,
kadang kadang”. Coba kau ingat ingat, kamu pasti tahu dan merasakannya kan
bahwa kamu sudah terlanjur sayang padanya.
Dari situlah aku bertanya tanya apakah keputusanku
sudah benar, apakah aku memang masih ada di hatimu dan perasaan mu masih sama
seperti dulu atau mungkin sebaliknya. Aku takut kehilangan mu lagi, sampai saat
ini bahkan detik ini pun aku masih seperti yang dulu.
Apa mungkin ini balasanmu untuku yang telah tega
meninggalkanmu, menyakitimu, melukai hatimu bahkan menghancurkan kebahagiaamu
dan apabila itu memang benar, aku ikhlas kau melakukannya padaku, asalkan kamu
bahagia, jangan lagi ada dusta.
Dan jika kamu ingin bertanya, apakah kau
menganggapku hanya mempermainkanmu, manamungkin aku memecahkan kepercayaan kedua
orangtuaku yang sudah setuju dengan kekasih ku yang dulu kalau hanya untuk
sekedar mempermainkan perasaanmu.
Sayang, sejujurnya semenjak kita pertama kali
menjalin hubungan hingga saat ini, aku selalu sayang kepadamu dan dulu pada
waktu kita berpisah, aku pernah bilang ingin menceritakan sesuatu padamu,
inilah yang ingin akuceritakan padamu.
“
sayang aku sungguh sangat menyayangimu, maaf dulu aku sempat meninggalkan mu,
menyakitimu, serta membuat perasaanmu hancur. Sebenarnya aku tak pernah ada
niat untuk itu, jangankan niat untuk meninggalkanmu jauh dirimu saja aku tak
mampu, hatiku sakit saat harus melakukan itu. Apa yang kamu rasakan saat itu
akupun sama merasakannya, sebenarnya aku melakukan semua itu demi mendapatkan
restu dari ayahmu, aku ga mau mengecewakannya dan malah tak mendapatkan restunya
atas hubungan kita, serta semua itu kulakukan demi mendapatkan kepercayaanya
bahwa aku mampu menepati janjinya untuk tidak mengganggu putri tercintanya saat
sedang menyelesaikan pendidikannya, dengan seiringnya waktu, sekarang kau sudah
menyelesaikan pendidikan itu, sehingga aku akan kembali padamu, menjemputmu
untuk kembali merajut kisah asmara yang dulu pernah kita bangun bersama, aku tak
akan melepaskanmu lagi, aku tak akan meninggalkanmu lagi, aku tak akan
mengecewakanmu lagi serta aku akan selalu bersamamu, aku sungguh sangat
menyayangimu, aku harap kamu bisa menerimaku kembali seperti dulu”
Itulah yang ingin aku ucapkan padamu. Namun sekarang
semuanya sudah berbeda, entah aku terlambat atau aku terlalu bodoh karena ku dulu
lebih memilih kepercayaan ayahmu dibanding kebahagiaanmu, kini aku hanya bisa
pasrah menerima kenyataan dan menerima apa yang akan terjadi nanti, meskipun
menyakitkan tapi harus kuterima dengan ikhlas, aku anggap itu sebagai penebus kesalahanku di
masalalu yang telah membuat coretan hitam di kisahmu, meski ungkapan maaf saja
tak cukup, tapi ungkapan itu serta semua tulisan ini aku buat dengan tulus,
agar kau tak selalu salah faham, serta tak jadi penyesalan buatku karena tak
pernah menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya,
inilah yang terjadi sebenarnya sayang serta rasa yang aku alami selama
ini selama kita berpisah, terimakasih telah menjadi pelangi yang indah di kehidupanku,
I LOVE YOU SOMUCH.
Sekarang aku serahkan semua urusanku pada sang maha
penyayang, karena aku sudah berusaha sekuat dan semampuku, aku beharap kita
berjodoh namun yang maha memutuskan hanyalah keputusan_NYA, aku berharap yang
terbaik untuk kita berdua.
Terimakasih sayang atas semuanya, Semoga kau selalu
diberi kebahagiaan yang indah, doa’ku selalu menyertaimu meski kau tak
bersamaku bahkan jika kau bersanding dengan orang lain.
Doaku, Ya Tuhanku jika memang dia adalah jodohku tolong dekatkan lah dia di sisiku tapi jika memang dia bukanlah jodohku TOLONG YA ALLAH COBA CEK LAGI MUNGKIN ITU SALAH,, AMIN
By,
Orang
akan selalu menyayangimu
Sanji,





1 komentar:
PAIT PAIT PAIT PAIT CUIH
Post a Comment