kumpulan puisi



Puisi Rindu Untuk Ibu
Besar pengorbanan yg Engkau berikan
tak satu’pun langkah’mu yg tak berarti di hidupku
kau keluarkan semua tenaga’mu untuk melahirkan’ku
meski semua yg terbaik telah ku berikan pada’mu
itu semua tak akan bisa menggantikan semua
   
Secoret kata ini, kutuliskan
Betapa besar pengorbanan’mu untuk anak’mu
Kini aku bisa memahami,
Betapa berartinya diri’mu di dunia’ku
tak mampu aku membalas semua pengorbanan’mu
hanya menghormati dan memberi yg terbaik untuk’mu
meski tak besar,aku terus berusaha untuk bisa membuat diri’mu tersenyum melihat anak’mu
IBU terimakasih, kasih dan pengorbanan’mu akan terus aku ingat.

Ikhtiarku Untukmu Ibu
begitu tegar kau hadapi yg telah terjadi,.
seolah ta pernah ada takut’y,.
kau adalah ibu yg berperan sebagay ayyah di kala ku masih kecil,.
menghidupiku dengan penuh perjuangan,.
tanpa ada bantuan dari seorang ayyah,..
perjuangan mu begitu besar untuku ibu,.
perjuanganmu terlalu dalam hingga ta dapat ku balas,.
……..
do’a
kan lah aku ibu,.
rhidoilah aku tuhan,.
agar ikhtiarku untuk membahagiakan nya
ta keluar arah dari jalanmu ya allah,.
Rindu Untuk Seorang Ibu
Bunda.. kau bagai lentera yg mampu terangi dan hangatkan jiwaku…
disaat hatiku gundah dan takut seperti ini biasanya kau peluk aku dan kau belai rambutku sembari mengucapkan “jangan takut ibu disini anak ku”
Tak terhitung berpa banyak cinta yg kau berikan untukku,
tak terhitung berapa banyak nyanyian yg kau nyanyikan di
kala aku akan terlelap…
sungguh kasihmu telah membuaiku…
Dan saat itu tiba, saat dimana kau pejamkan mata mu untuk selamanya, aku hanya bisa terdiam, tak sepatah kata mampu terucap dikala dihadapanku tubuhmu terbujur kaku…
kau hanya diam dikala air mataku menetes,yg biasanya kau usap dengan tangan lembutmu…
Kini hanya lembaran cerita indah yg kubawa..
jauh sudah kuberjalan tanpa dirimu lg,..
tak tau kemana arah aku terus berjalan membawa cintamu..
berharap temukan tempat ku bersandar lg…
aku mencintaimu Bu, aku merindukanmu…
 by anakmu
Orang Yang Tak Tergantikan
dirimu.
Hanya satu.
Tak kan pernah kutemukan dimanapun.
Tak kan ada yang bisa menggantikanmu.
Dirimu di hidupku.
Berarti penting.
Aku yang kini beranjak dewasa.
Tak akan begini tanpamu.
Kau asuh aku.
kau didik aku.
Kau sayangi aku.
Dengan apa harus ku balas semua itu?
Sekarang aku jauh darimu.
Sekarang aku harus belajar hidup tanpamu.
Tak ada lagi belaian kasih sayangmu.
Tak ada lagi kudengar suaramu.
Ibuku…
apa kabarmu hari ini?
Kamu orang yang tak kan pernah tergantikan.
Sampai kapanpun………

Untuk Ibu
butir air mata menumpuk dipelupuk matamu
jelaskan rasa, saat kau membaca baris baris cinta dari sang pendosa
kuusapkan, telapak tanganku pada pipimu yang pucat
kurasakan, dada ku semakin sesak dan ngilu
tak ada yang bisa kuucapkan hari ini
seperti malam malam kemarin,
bersama cahaya kejora dimalam itu
aku hanya terdiam bisu
ingin aku berkata
aku cinta kamu
namun, bibir ini terkatup rapat. tercekat
kurasa getaran merangkak diujung jari jariku yang kaku
sungguh! aku pendosa bodoh yang tak pandai bicara
untuk sekedar bicarakan cinta
biarlah, cinta ini kupendam dalam sepi
hingga kutemukan tangga pelangi untuk menujumu. Bidadari
Kerinduan Untuk Ibu
iBu….
malam ini jiwaku tk berbintang krna kerinduan q padamu …
aku seakan mentari yg tertutup awan gelap,,,
akku rindu kasih mu ibu….
jarak q dan dirimu buat q hancur ibu,,,
akku rindu belaian mu sat q terlelap tidur,,
q rindu perlindunganmu sat q ketakutan ,,,
akku terharu biru ibu…
maafkan aku ibu,,,
akku pergy dengan kesalahan terbesar,,
q tk sempat membuatmu tersenyum padaku ibu..
q tk sempat membahagiakanmu,,
tapi,, akku berjanji untukmu ibu,,,
akku akan kembali dengan segenap bintang untukmu ibu….
cinta dan sayangku hanya untuk mu ibu….
selamanya….
Mengapa kau musti datang?
menambah beban hidup yg kelam..
tersisih asa yg hilang..
aku ingin mati..
itupun jika tuhan mempersetuju..
bukan karena km yg begitu ku cinta..
tpi karna ku memang hrus terluka.
sakit !
perih !
tapi kan pendam luka ini..
agar kau mengerti.
betapa tulus rasa cintaku..
sampai ku rela mati..
“HANYA KARENA LUKA”


Kesepian KU


Aku duduk sambil termenung.,
Disudut ruangan yang tak asing bagiku,
Sembari menghisap rokok .,
Melupakan masa laluku…

Cukup lama aku bermenung..
Semua hilang…….. mimpi,cita , dan harapan
Sesal hatiku lalaikan masa lalu..
Tak bisa apa, tenaga terbuang sia-sia, apalah daya………….

Kembali kuingat semua hal indah dimasa lalu,
Ceria , gembira , sambil tertawa
Dengan malu senyum sendiri.

Hidupku selalu senang…….
Semua kulalui dengan tawa.
Semua indah seperti tiada akhir,

Tapi kini kenapa…seperti ingin kusudahi saja…
Semangat di jiwa ini seperti telah tiada..
Tak satu orangpun orang peduli, engkau siapa………??
Telah cukup muak aku dengan semua ini…………….


Kemanakah Cinta Ku


kini aku sendiri
tak ada yg mau menemaniku
aku hanya hidup dengan kehampaan yang kosong

aku butuh cinta
cinta yang mampuh membuatku tersenyum
cinta yang mampuh membuatku tertawa
dan cinta yang mampuh membuatku semangat

kenapa aku tak bisa mencintai?
disaat dia bisa mencintaiku dengan setulus hatinya
kenapa aku tak bisa membalas cinta nya?

sekejam inikah aku pada dia?
aku benar-benar tidak tau tentang diriku sendiri

dan dalam waktu ini
dan dalam detik ini
aku benar-benar membutuh kan cinta

sanggup kah diriku menemukan cintaku?


Tak mungkin bisa ku taklukkan megahnya malam.
Dari dahulu pagi akan berakhir dengan malam.
Tak mungkin ku pungkiri hasrat di jiwa ku.
Bahwasannya aku lagi menghampa.
Setelah berjuta asa ku padamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini.

Berjuta Bintang di langit.
Redup diam tak bersorak.
Tiada cahaya menentramkan hati.
Kesedihan membongkar hati ini.
Suara tangis perlahan mengisi keheningan ini.
Wahai Rembulan,dengarkanlah…
Hanya engkau yang tertinggal disana.
Hati ini sedih di tinggal kekasih hati.
Cinta telah pergi & berpaling.
Temanilah aku agar ku bisa menjaga hati ini.

Semua Terserah padamu aku begini adanya.
Ku tahu itu sulit bagimu.
Aku bukan yang sempurna dari apapun itu.
Bila kau lihat iba, itulah aku.
Namun ku tak mau untuk di kasihani.
Walaupun ku patut dapat kata kasihan itu.
Biarkanlah aku dengan semua ini.
Karena ku tahu ku tak layak dalam hal terindah ini.


0 komentar:

Post a Comment